Senin, 01 Agustus 2016


ANALISA JARAK PENGEREMAN MOBIL URBAN BALA MANTER POLITEKNIK TEGAL

TUGAS AKHIR

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Studi Jenjang Program Diploma Tiga


Oleh :
                                               Nama     : Ikhwan Syarifudin
                                               NIM       : 13020041

PROGRAM STUDI DIII TEKNIK MESIN
POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA TEGAL
2016

HALAMAN PERSETUJUAN


ANALISA JARAK PENGEREMAN
MOBIL URBAN BALA MATER POLITEKNIK TEGAL

Oleh :
                                           Nama        : Ikhwan Syarifudin
                                           NIM          : 13020041

Telah diperiksa dan dikoreksi dengan baik dan cermat. Karena itu pembimbing menyetujui mahasiswa tersebut untuk diuji

                                                                                             Tegal, 28 Juni 2016
Menyetujui,
Pembimbing I




Amin Nur Akhmadi, ST.MT
NIDN. 0622048302


Pembimbing II




Syaefani Arif Romadhon, S.S M.Pd
NIDN. 0615068401




Mengetahui,
Ketua Program Studi DIII Teknik Mesin
Politeknik Harapan Bersama Tegal





Drs. Agus Suprihadi
NIPY. 07.010.054

HALAMAN PENGESAHAN


Judul                      : ANALISA JARAK PENGEREMAN MOBIL URBAN BALA MANTER POLITEKNIK TEGAL
Nama                     : Ikhwan Syarifudin
NIM                       : 13020041
Program Studi       : Teknik Mesin
Jenjang                   : Diploma III

Dinyatakan LULUS setelah dipertahankan didepan Tim Penguji Tugas Akhir Program Studi DIII Teknik Mesin Politeknik Harapan Bersama Tegal.

Tegal, 1 Agustus 2016

Tim Penguji :
                               Nama                                                             Tandatangan
1.    Ketua              : Drs. Agus Suprihadi                                  1. ..............................
2.    Sekretaris        : Syarifudin, ST                                           2. ..............................
3.    Penguji I         : Muh. Nuryasin, M.T                                 3. ..............................
4.    Penguji II       : Much. Sobri Sungkar, M.Kom                 4. ..............................




HALAMAN PERNYATAAN


Yang bertandatangan dibawah ini :
Nama              : Ikhwan Syarifudin
NIM                : 13020041
Adalah mahasiswa Program Studi DIII Teknik Mesin Politeknik Harapan Bersama Tegal, dengan ini saya menyatakan bahwa laporan Tugas Akhir yang berjudul :
“ANALISA JARAK PENGEREMAN MOBIL URBAN BALA MANTER POLITEKNIK TEGAL”
Merupakan hasil pemikirian sendiri secara orisinil dan saya susun secara mandiri dengan tidak melanggar kode etik hak karya cipta. Pada laporan Tugas Akhir ini juga bukan merupakan karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar akademik tertentu di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Apabila dikemudian hari ternyata Laporan Tugas Akhir ini terbukti melanggar kode etik karya cipta atau merupakan karya yang dikategorikan mengandung unsur plagiarisme, maka saya bersedia untuk melakukan penelitian baru dan menyusun laporannya sebagai Laporan Tugas Akhir, sesuai dengan ketentuan berlaku.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan sesungguhnya.
                                                                                        Tegal, Juni 2016
                                                                                        Yang membuat pernyataan


                                                                                        Ikhwan Syarifudin
                                                                                        NIM. 13020041

MOTTO DAN PERSEMBAHAN


Ø   MOTTO

1.             Hilangkan rasa negatif untuk kebaikan segala hal.
2.             Rata-rata 80% manusia melakukan hal yang sama setiap harinya, maka buatlah harimu penuh dengan makna dengan dasar tujuan dan arah yang benar.
3.             Tetap randah hati dan berperilaku yang benar dimana pun anda berada, maka lingkungan yang anda tempati akan memperlakukan anda dengan baik juga.
4.             Tataplah mata jika ingin mempererat silatuhrami, tataplah tanah jika tak ingin menyapa, hidup adalah pilihan.
5.             Manusia tidak berjalan mundur untuk melakukan aktifitas sehari-hari, itu adalah kodrat dari Allah SWT kepada manusia untuk tetap maju dan mempunyai tujuan untuk hidup dengan penuh semangat.

Ø   PERSEMBAHAN

1.             Segenap keluarga besar Politeknik Harapan Bersama Tegal.
2.             Dosen pembimbing, Bapak Amin Nur Akhmadi, st.mt dan Bapak Saefani Arif Romadhon. S.S M.Pd
3.             Dosen Penguji, Bapak Muh. Nuryasin, M.T dan Bapak Much. Sobri Sungkar, M.Kom 
4.             Rekan-rekan Mahasiswa semuanya, khususnya DIII Teknik Mesin Politeknik Harapan Bersama Tegal.
5.             Ibu Tugi dan Bulik Lela tercinta serta semua keluarga peneliti yang selalu membantu dalam segala hal.
6.             Dwi Novianti dan keluarganya yang selalu mendukung dan menyemangati dengan setulus hati.
7.              Semua orang yang mencintai ilmu pengetahuan.

ANALISA JARAK PENGEREMAN MOBIL URBAN BALA MANTER POLITEKNIK TEGAL
(Ikhwan),(Amin Nur Akhmadi, ST.MT),(Syaefani Arif Romadhon, S.S M.Pd)
DIII Teknik Mesin Politeknik Harapan Bersama Tegal.
Kampus I. Jl. Mataram No. 9 Tegal 52142 Telp.(0283) 352000 Fax 353353
Kampus II. Jl. Dewi Sartika No. 71 Tegal. 52117 Telp.(0293) 350567 Fax 353353


ABSTRAK


Jarak pengereman yang pada umumnya itu untuk persiapan berhentinya suatu kendaraan mobil atau sepeda motor harus diperhatikan oleh pengemudi. Sistem rem ada tipe mekanik dan hidrolik yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Mobil urban dirancang untuk mengikuti sebuah lomba mobil irit hemat energi yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Pada mobil urban bala manter menggunakan rem hidraulis dengan type caliper double piston. Memiliki fungsi yang berbeda, pengereman pada mobil komersial dan mobil bala manter sama-sama terdiri dari master silinder tipe tunggal, selang rem, kaliper double piston.
Berdasarkan hasil penelitian analisa jarak pengereman yang telah di uji dapat disimpulkan jarak pengereman berbeda-beda diantaranya 100 meter menghasilkan jarak pengereman 5 meter, 3.8 meter dan 5 cm, sedangkan untuk jarak 150 meter menghasilkan jarak 3 meter, 2 meter dan 30 cm.

Kata kunci : Jarak, Kampas Rem, Rem Cakram








KATA PENGANTAR


Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang telah melimpahkan  segala rahmat, hidup dan inayah-Nya hingga terselesaikan laporan Tugas Akhir dengan judul ”ANALISA JARAK PENGEREMAN MOBIL URBAN BALA MANTER POLITEKNIK TEGAL “.
Tugas Akhir merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai salah satu syarat kelulusan dalam mencapai derajat Ahli Madya pada Program Studi DIII Teknik Mesin Politeknik Harapan Bersama Tegal.
Petunjuk, bantuan, bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak memberikan bantuan yang besar dalam menyelesaikan penyusunan laporan Tugas Akhir ini. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini, terutama kepada :
1.             Bapak Moch. Chambali, B.Eng., M.kom selaku Direktur Politeknik Harapan Bersama Tegal.
2.             Bapak Drs. Agus Suprihadi selaku Ketua Program Studi D III Teknik Mesin Politeknik Harapan Bersama Tegal.
3.             Bapak Amin Nur Akhmadi, ST.MT selaku dosen pembimbing I
4.             Bapak Saefani Arif Romadhon, S.S M.Pd selaku dosen pembimbing II
5.             Teman-teman seperjuangan yang telah memberikan semangat sehingga laporan ini dapat diselesaikan.
6.             Semua pihak yang telah mendukung, membantu serta mendo’akan penyelesaian Laporan Tugas Akhir ini.
Semoga Laporan Tugas Akhir ini dapat memberikan sumbangan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tegal, Juni 2016

DAFTAR ISI

Halaman
       2.3.1 Rem Kaki 11
       2.5.2 Pad Rem.. 30
        2.5.3 Caliper 32
       3.2.1 Alat 36
       3.2.2 Bahan. 36











DAFTAR TABEL

Halaman






















DAFTAR GAMBAR

Halaman





















DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
Gambar 1. Suasana Pengujian............................................................................. A-1
Gambar 2. Mobil Urban Bala Manter Sedang Menuju Garis Finis....................  A-1
Surat Kesediaan Pembimbing.............................................................................. A-2
Surat Kesediaan Pembimbing.............................................................................. A-3
Tabel Pengujian................................................................................................... A-4






















BAB I

PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang

Memasuki era global yang sangat praktis, perkembangan ilmu sangat pesat terutama di bidang IPTEK. Perkembangan ini juga berdampak juga pada perkembangan teknologi transportas untuk kebutuhan sehari-hari pada masyarakat, dan Inovasi di bidang otomotif saat ini semakin memanjakan pemakai,dan trobosan teknologi terbaru harus memenuhi tuntutan konsumen yang lebih mudah, aman, dan  nyaman. Selain itu juga mesin memiliki 1performance yang tinggi, serta perangkat keamanan dan kenyamanan lengkap yang berfungsi optimal. Suatu kendaraan dapat dikatakan baik apabila bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara. Semua jenis kendaraan baik roda dua maupun roda empat dilengkapi dengan berbahan sistem, salah satunya adalah sistem pengereman. Di dalam pengereman banyak bermacam-macam tipe pengereman seperti rem cakaram, rem tromol, rem kaki, rem parkir. Tergantung dari model kendaraan tersebut dan pemakaiannya ada yang menggunakan rem cakram dan ada yang menggunakan rem tromol baik di mobil ataupun motor.
 Keselamatan adalah bagian yang terpenting dalam dunia otomotif dalam arti yang luas yaitu paduan antara kwalitas dan mutu dari komponen-komponen yang harus di perhatikan dengan cermat. Semakin cepat waktu berjalan dengan diiringi perkembangan teknologi di masa ini sangatlah dominan untuk mengubah atau menginovasi komponen agar lebih hemat energi dan aman.
Perawatan sistem rem pada rem cakram, yaitu dengan cara memeriksa komponen rem: kanvas, piringan, seal caliper maupun selang minimal setiap kelipatan 10.000 km, selanjutnya menguras minyak rem setiap kelipatan 20.000 km (1 tahun). Konstruksi rem cakram berbeda dengan rem tromol, dimana rem cakram didesain tanpa penutup sehingga jauh lebih mudah dihinggapi debu atau kotoran dari jalan. Kondisi ini memang disengaja agar rem cakram lebih mudah mengalami proses pendinginan saat bekerja, kelemahannya yaitu bahwa desain yang terbuka itu memperbesar kemungkinan kotoran masuk sehingga memicu kemacetan pada roda-roda
kendaraan. Apabila kemacetan terjadi pada roda depan pengendara akan merasa setir tidak stabil atau cenderung ”lari ke kiri atau ke kanan. Kotoran atau debu ataupun kerikil kecil yang menempel pada cakram jika relatif lebih keras maka efek pemaksaan justru membuat rem cakram menjadi rusak sehingga menjadi tergores atau melengkung, bahkan menyebabkan suara berisik, serta daya pengereman semakin merosot drastis.
Pada saat ini banyak sekali pengguna kendaraan tidak mengerti apa itu sistem rem dan komponen komponen di dalamnya. Pada hal ini sangat penting karena agar pengguna kendaraan dapat memaksimalkan sistem rem tersebut, dari beberapa tipe pengereman banyak keuntungan dan kelebihan masing-masing pada suatu pengereman dan cara perawatannya.
Rem sendiri berfungsi untuk mengurangi kecepatan dan menghentikan laju kendaraan.sistem ini sangat penting karena memiliki fungsi sebagai alat keselamatan dan menjamin untuk pengendara yang aman. Kendaraan tidak dapat berhenti apabila pengereman hanya dilakukan dengan pengereman mesin, kelemahan ini harus dikurangi agar dapat menurunkan kecepatan gerak kendaraan hingga berhenti.
Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) merupakan Sebuah “Lomba mobil irit hemat energi” tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. KMHE yang populer dengan nama Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) adalah kontes mobil hemat energi yang diselenggarakan setiap tahun yang dimulai pada tahun 2012 hingga sekarang. KMHE 2016 ini mengusung tema “ignite to ascend”, sehingga diharapkan kontes ini bisa menjadi pemicu mahasiswa untuk terus berkompetisi menciptakan produk unggulan berupa mobil yang handal, kompetitif dan hemat energi.
Di dalam Mobil Hemat Energi juga memerlukan sistem rem untuk membantu lajunya kendaraan, sistem rem tersebut harus dirancang sedemikian rupa agar sesuai dengan regulasi kendaraan dan dirancang secara benar. Memiliki kualitas bagus tetapa desain kontruksi rem tetap sederhana.
Oleh karena itu Tugas Akhir ini berjudul “ANALISA JARAK PENGEREMAN MOBIL URBAN BALA MANTER POLITEKNIK TEGAL” Berharap bisa menambah ilmu tentang sistem rem  serta menambah tingkat keamanan dan kenyamanan pengereman.

1.2         Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas maka dapat dirumuskan permasalahan yaitu Berapakah jarak pengereman mobil urban bala manter ?

1.3         Batasan Masalah

Agar pembahasaan tidak meluas maka batasan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.             Rem yang digunakan adalah Rem Cakram Yamaha Jupiter
2.             Pengujian ini menggunakan jenis Sistem Rem Cakram Double kaliper.
3.             Pengujian sistem rem hanya mengetahui jarak pemberhentian kendaraan.
4.             Pengujian dilakukan pada jarak 100 meter dan 150 meter.

1.4         Tujuan

Adapun tujuan yang di peroleh dari laporan Tugas Akhir ini yaitu untuk mendapatkan pengereman yang optimal pada mobil urban bala manter.

1.5         Manfaat Penelitian

Manfaat yang di peroleh dari pembahasan sistem rem cakram ini yaitu :
1.             Mahasiswa
Mahasiswa dapat mengertahui ilmu tentang sistem rem cakram dari segi komponen, cara kerja, konsep dasar pengereman. Serta pembongkaran, pemasangan dan pengujian sistem rem.
2.              Kampus
Untuk menambah wawasan kepada masing-masing bagian kampus tentang sistem rem, pentingnya rem untuk keselamatan kendaraan. Berguna untuk perlengkapan bengkel kampus dalam melakukan aktifitas belajar dan mengajar.
3.             Masyarakat
Dapat membantu masyarakat untuk lebih mudah memahami tentang sistem rem agar pengereman tetap aman dan nyaman.

1.6         Sistematika Penulisan

Adapun sistematika dalam laporan ini meliputi :
BAB I    PENDAHULUAN
Pada bab ini tentang latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan, manfaat, waktu pelaksanaan, dan sistematika penulisan.
BAB II   LANDASAN TEORI
Pada bab ini berisi menjelaskan tentang sistem rem cakram, konsep dasar pengereman, komponen-komponen utama sistem rem cakram, tipe rem.
BAB III METODELOGI PENELITIAN
Pada bab ini menjelaskan tentang alur penelitian, alat dan bahan penelitian, metode pengumpulan data, dan metode analisa data termasuk menyebutkan proses pengujian dan pengambilan data.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini menjelaskan bagaimana proses pengujian secara rinci dan menjelaskan hasil pengujian dan percobaan pada Mobil Urban Concept dan membahas hasil jarak pengereman pada jarak 100 meter dan 150 meter setelah melewati garis yang ditentukan dan masing-masing dilakukan 3x percobaan.
BAB V   PENUTUP
Berdasarkan bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran pada   sistem pengereman mobil urban bala manter pada jarak 100 meter dan 150 meter.


BAB II

LANDASAN TEORI

2.1     Konsep Dasar Pengereman

Pada  setiap  kendaraan  bermotor  kemampuan  sistem pengereman  menjadi  suatu  yang  penting  karena  mempengaruhi  keselamatan  berkendara.  Semakin  tinggi  kemampuan  kendaraan tersebut  melaju  maka  semakin tinggi  pula  tuntutan  kemampuan sistem  rem  yang  lebih  handal  dan  optimal  untuk menghentikan atau memperlambat laju kendaraan. 



                                Gambar 2.1. Konsep Dasar Pengereman Rem Cakram
              (Yanuar, 2015)
  
Kendaraan tidak dapat berhenti apabila pengereman hanya dilakukan dengan pengereman mesin,kelemahan ini harus dikurangi agar dapat menurunkan kecepatan gerak kendaraan hingga berhenti. Pada saat ini banyak sekali pengguna kendaraan tidak mengerti apa itu sistem rem dan komponen komponen di dalamnya. Padahal hal ini sangat penting karena agar pengguna kendaraan dapat memaksimalkan sistem rem tersebut.
  



Gambar 2.2. Konsep Dasar Pengereman Rem Tromol
  (Yanuar, 2015)





Dewasa ini menurut para ahli permobilan, rem adalah merupakan kebutuhan sangat penting untuk keamanan berkendaraan dan juga dapat berhenti di tempat manapun, dan dalam berbagai kondisi dapat berfungsi dengan baik dan aman. Rem merupakan salah satu bagian kendaraan yang sangat penting pada sebuah kendaraan baik roda dua ataupun roda empat yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat untuk berkendara sehari-hari. Rem dirancang untuk mengurangi kecepatan (memperlambat) dan menghentikan kendaraan atau memungkinkan parkir pada tempat yang menurun. Peralatan ini sangat penting pada kendaraan dan berfungsi sebagai alat keamanan dan menjamin untuk pengendara yang aman. 








            Gambar 2.3. Rangkaian Sistem Rem Keseluruhan Mobil
          (Yanuar, 2015)


Untuk  mencapainya diperlukan  perbaikan-perbaikan  dalam  sistem  pengereman  tersebut. Sistem  rem yang baik adalah sistem rem yang jika dilakukan  pengereman baik dalam kondisi apapun pengemudi tetap dapat mengendalikan arah dari laju kendaraannya.

2.2     Prinsip Kerja Rem

Kendaraan tidak dapat berhenti dengan segera apabila mesin di bebaskan (tidak di hubungkan) dengan pemindah daya, kendaraaan cenderung tetap bergerak. Kelemahan ini harus di kurangi dengan maksud untuk menurunkan kecepatan gerak kendaran hingga berhenti. Mesin mengubah energi panas menjadi energi kinetik (energi gerak) untuk menggerakan kendaraan. Prinsip kerja rem adalah mengubah energi kinetik menjadi energi panas untuk menghentikan kendaraan.
Efek pengereman (braking effect) diperoleh dari adanya gesekan yang timbul antara dua objek. Atau prinsip kerja rem cakram berbeda dengan cara kerja rem tromol walupun secara prinsip keduanya menggunakan prinsip yang sama. Untuk mengurangi kecepatan yaitu gaya gesek.






                                       





                                                     Gambar 2.4. Prinsip Kerja Rem
                                (Yanuar, 2015)

2.3     Tipe Rem

Rem yang di gunakan pada kendaraan terdapat beberapa tipe tergantung penggunaannya yaitu :

2.3.1 Rem Kaki

Jenis rem ini di gunakan untuk mengontrol kecepatan dan menghentikan kendaraan dengan cara tenaga dorong dari kaki pengendara yang memberikan beban ke pedal rem sehingga mendorong master silinder dan memompa minya rem mengalir melalui pipa rem menuju ke masing-masing kaliper sehingga kampas rem terdorong lalu mencekam disk pad.










                      Gambar 2.5. Rem Kaki
                                (Yanuar, 2011)

2.3.2 Rem parkir (Parking Braker)

Jenis rem ini di gunakan terutama saat kendaraaan terparkir agar tidak berjalan di permukaan jalan yang tidak lurus, sehingga dengan adanya rem parkir ini kendaraan jadi diam di tempat  walau permukaan jalan tidak rata.





                      Gambar 2.6. Jenis Rem Parkir
                        (Yanuar, 2011)

Rem parkir (parking brake) terutama digunakan untuk parker kendaraan. Mobil penumpang dan kendaraan niaga yang kecil mempunyai rem parkir tipe roda belakang (rem kaki), atau rem parker ekslusif yang dihubungkan dengan roda-roda belakang. Kendaraan niaga yang besar menggunakan rem parkir tipe center brake yang dipasang antara propeller shaft dan transmisi. Sistem rem parkir terdiri dari tuas rem, stick atau pedal, kabel atau tipe mekanisme batang (rod) dan tromol rem dan sepatu yang membangkitkan daya pengereman.
Mekanisme kerja (operating mechanis) pada rem parkir pada dasarnya sama untuk tipe rem parkir belakang dan tipe center brake. Tuas rem parkir ditempatkan berdekatan dengan tempat duduk pengemudi dengan menarik tuas rem parkir maka rem bekerja melalui kabel yang dihubungkan dengan tuas.

                                                                                                       
                                                                   
                                                                             

               Gambar 2.7. Tuas Rem Parkir
                                    (Yanuar, 2011)

Ada beberapa tipe rem parkir yaitu tipe tuas batang, Tipe rem parkir ini terletak di bawah dashboard dan sisi kaki pengemudi. Cara mengaktifkan rem parkir tipe batang ini ialah dengan menarik ujung tuas, dan untuk menonaktifkan rem parkir ini adalah dengan menggeser ujung tuas searah jarum jam (atau sebaliknya), kemudian melepaskannya. Rem parkir tipe batang ini umumnya digunakan pada kendaraan bermotor lawas dan berkapasitas mesin maupun berbobot sedang.






                     Gambar 2.8. Rem Parkir Mobil
                                  (Hardianto, 2008)



Mobil dengan konfigurasi jok depan ganda (dua penumpang dan satu pengemudi) juga menggunakan rem parkir tipe tuas batang yang sangat efisien dan tidak mengganggu kenyamanan penumpang maupun pengemudi. Kelemahan dari rem parkir tipe tuas ini ialah pengemudi harus membungkuk terlebih dahulu untuk mengaktifkan maupun menonaktifkan rem parkir. Dan selanjutnya tipe tuas dongkrak, Tipe rem parkir ini adalah yang paling banyak digunakan pada kendaraan bermotor. Posisi rem parkir ini berada di samping jok pengemudi sehingga lebih mudah digunakan. Cara mengaktifkannya cukup menarik tuas rem parkir ke atas, dan untuk menonaktifkannya yakni dengan menekan tombol pada ujung rem parkir dan menekan atau mendorong tuas rem parkir, layaknya menggunakan sebuah dongkrak. Apabila rem parkir tipe ini sulit untuk dinonaktifkan, tombol ditekan bersamaan dengan sedikit menarik tuas rem parkir, lalu dilepaskan.





                          Gambar 2.9. Rem Parkir Model Tarik
                                                                 (Hardianto, 2008)

Ada pula dengan cara menginjak pedal kopling dan rem secara bersamaan. Sedangkan untuk tipe pedal, Tipe rem parkir ini lazim digunakan pada kendaraan bermotor bertransmisi otomatis.
Namun ada juga mobil bertransmisi manual yang menggunakan rem parkir tipe ini, yakni beberapa model Mercedes Benz sedan serta Holden Torana seri lawas. Adapun caranya ialah dengan menginjak pedal rem parkir, dan untuk menonaktifkannya adalah dengan menginjak kembali pedal rem parkir. Sementara untuk transmisi manual, menonaktifkannya adalah dengan menarik tuas pelepas rem parkir pada sisi pengemudi. Rem parkir tipe pedal ini dinilai kurang praktis pada mobil transmisi manual.







                                   Gambar 2.10. Rem Parkir
(Hardianto, 2008)


2.4     Komponen Sistem Rem

Pada Sistem Rem ini terdapat berbagai komponen utama yang penting yaitu :

2.4.1 Brake Control

Brake control yaitu bagian dari sistem rem yang berfungsi sebagai penekan minyak sehingga terjadi suatu kerja pada sistem rem tersebut. Bagian dari brake control adalah :

2.4.1.1 Pedal Rem

Pedal rem digunakan untuk memingahkan daya ke master cylinder.








Gambar 2.11. Pedal Rem
(Dokumentasi)




















                                Gambar 2.12. Pedal Rem Mobil
                                   (Yanuar, 2011)

Secara umum pedal rem terdiri dari dua tipe, yaitu : tipe tegak lurus dengan tumpuan dibawah dan tipe gantung yang terletak di atas lantai.





                               Gambar 2.13. Pedal Rem
                               (Yanuar, 2011)

2.4.1.2  Master Silinder

Master silinder (master cylinder) berfungsi meneruskan tekanan dari pedal menjadi tekanan hidrolik minyak rem untuk menggerakkan sepatu rem (pada model rem tromol) atau menekan pada rem (pada model rem piringan)”.








                                     Gambar 2.14. Master Rem
                                                                     (Hardiyanto, 2008)
Atau untuk mengubah gerak pedal rem kedalam tekanan hydraulic. Master cylinder terdiri dari recervoir tank, yang berisi minyak rem, demikian juga piston dan cylinder, yang membangkitkan tekanan hydraulic. Master silinder yang digunakan pada rangkaian rem adalah master silinder tipe tunggal. Master silinder tipe tunggal mempunyai sistem saluran rem yang bergabung yaitu saluran untuk roda-roda depan dan belakang. Oleh karena itu bila terjadi kebocoran pada salah satu saluran rem, maka pada sistem saluran yang lainnya tidak berfungsi lagi, sehingga terjadi kebocoran total dari kemampuan rem. Terdapat garis untuk minyal rem sehingga dapa diketahui batas maksimal untuk pengisian minyak rem, agar tidak terjadi kehabisan minyak rem.








                              Gambar 2.15. Master Rem
                               (Dokumentasi)

Master cylinder terdiri dari reservoir tank, yang berisi minyak rem, demikian juga piston dan cylinder, yang membangkitkan tekanan hydraulic. Master silinder yang digunakan pada rangkaian rem adalah master silinder tipe tunggal.









                         Gambar 2.16. Cara Kerja Master Rem Cakram
                           (Yanuar, 2011)

Cara kerja master silinder adalah apabila pedal ditekan, maka piston akan bergerak maju, akibatnya minyak rem akan mengalir ke tangki melalui saluran di depan master silinder. Karena beban dari pedal rem mendorong minyak rem yang berada di master rem mengalir melalui pipa rem dan terbagi oleh cabang pipa rem langsung menuju ke kaliper. Saat pedal rem dibebaskan Saat pedal rem diinjak Piston no. 1 bergerak ke kiri dan piston cup menutup compensating port, sehingga menyebabkan tekanan hidraulis dalam silinder bertambah dan tekanan ini diteruskan ke wheel cylinder kembali ke reservoir.
               
      Gambar 2.17. Saat Pedal Ditekan
(Setya, 2013)  
Piston kembali ke posisi semula oleh tekanan hidraulis dan teggangan return spring, dan minyak kembali ke reservoir.

 
                  Gambar 2.18. Saat Pedal Dibebaskan
                     (Setya, 2013)






                                                                 



                           Gambar 2.19. Master Silinder Tunggal
                   (Setya, 2013)

2.4.1.3 Reservoir Tank

Saat rem berkerja, banyaknya volume minyak didalam reservoir tank berubah, perubahan ini bisa memnyebabkan perubahan tekanan. Moment ini dapat dicegah dengan adanya lubang pada tutup reservoir yang menghubungkan ruang reservoir dengan udara luar.







                                      Gambar 2.20. Reservoir Tank
                                    (Hardianto, 2008)

2.4.1.4 Pipa Rem

Pipa saluran rem minyak rem menghubungkan master silinder dengan roda. Biasanya pipa rem terbuat dari logam, kecuali beberapa bagian yang di buat dari selang karet fleksibel, hal ini disebabkan oleh pemasangan roda karena adanya gerakan dan getaran yang cukup kuat. Perbandingan pipa yang terbuat dari selang karet dengan pipa yang terbuat dari logam, itu menunjukan untuk pipa logam lebih kuat untuk manahan gaya baban minyak rem pada saat sedang mendorong kampas rem, tetapi kelemahanya tidak fleksible.









                             Gambar 2.21. Pipa Rem Cakram
                               (Hardianto, 2008)



Sedangkan untuk pipa yang terbuat dari karet, itu kurang kuat untuk manahan beban dari minyak rem pada saat menekan kampas rem. Tetap memiliki keuntungan disegi kelenturan karena mudah diarahkan kemana saja menyesuaikan posisi sistem rem di kendaraan. Pipa saluran minyak rem menghubungkan master silinder dengan roda. Biasanya pipa rem terbuat dari logam (baja atau tembaga), kecuali beberapa bagian yang dibuat dari selang karet fleksibel, hal ini disebabkan oleh pemasangan roda karena adanya gerakan dan getaran yang cukup kuat. Silinder roda dihubungkan ke pipa rem dengan selang fleksibel. Saluran Minyak terbagi oleh cabang pipa rem untuk mengarahkan ke masing-masing kaliper dengan menggunakan baut khusus yang ada lobang di dalamnya berfungsi untuk mengalirkan minyak rem.


















                             Gambar 2.22. Cabang Saluran Pipa Rem Cakram
                                (Hardianto, 2008)

Selang rem yang bocor berbahaya, karena sistem rem tidak dapat bekerja dengan sempurna (tekanan terlampau rendah). Karena kebocoran yang besarnya sejarum itu akan berpengaruh terhadap kinerja sistem rem cakram, maka perhatikan dengan baik rangkaian sistem rem terutama dibagian pipa-pipa dan cabang pipa. Agar pada saat pedal diinjak tidak ada gaya yang terbuang oleh kebocoran dan menghasilkan daya cengkram yang baik.







                                      Gambar 2.23. Pipa Rem
(Dokumentasi)

Silinder roda dihubungkan ke pipa rem yang bocor berbahaya, karena sistem rem tidak dapat bekerja dengan sempurna (tekanan terlampau rendah).






                                 Gambar 2.24. Baut Pipa Rem Cakram
                                   (Hardianto, 2008)

2.5     Komponen Utama Sistem Rem Cakram

Bagian Utama dari sistem Cakram terdiri dari beberapa komponen yaitu : Piringan (disk rotor), caliper, dan pad rem.








                      Gambar 2.25. Sistem Rem Cakram
                    (Hariyanto, 2008)

2.5.1 Piringan (disk rotor)

Umumnya cakram atau piringan (disc brake) dibuat dari besi tuang dalam bentuk biasa (solid) berlubang-lubang untuk ventilasi. Tipe cakram lubang terdiri dari pasangan piringan yang berlubang untuk menjamin pendinginan yang baik, kedua-duanya untuk mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang atau tahan lama.












                         Gambar 2.26 Piringan (disk pad)
(Dokumentasi)

Tipe cakram lubang terdiri dari pasangan piringan yang berlubang untuk menjamin pendinginan yang baik, keduanya untuk mencegah  dan menjamin umur pad lebih panjang dan tahan lama. Komponen ini sangatlah penting untuk membantu kinerja sistem rem cakram. Harus perhatikan perawatan agar debu yang menempel tidak mengganggu kinerja rem menjadi berkurang, rawatlah piringan rem cakram dengan amplas atau dengan majun supaya bersih dari debu dan kotoran lainnya maka kendaraan saat berjalan tidak mangalami gangguan dikarenakan piringan cakram yang kotor.

             Gambar 2.27. Piringan (disk brake)
                   (Dokumentasi)

2.5.2 Pad Rem

Disk pad biasa terbuat dari campuran metallic fiber dan sedikit serbuk besi. Tipe ini disebut dengan semi metallic disk pad pada pad diberi gasi celah untuk menunjukan tabel kampas (batas yang diizinkan), dengan demikian dapat mempermudah pengecekan kausan pad. Pada beberapa pad, penggunaan metallic plate (disebut dengan anti squel shim) dipasangkan pasa sisi piston dari pad untuk mencegah bunyi saat berlaku pengereman. Perhatikan ukuran ketebalan kampas rem untuk menjaga sistem rem tetap berkerja normal dan juga ukurlah dengan jangka sorong agar tetap terjaga ketebalan sesuai standar yang tentukan.








                    Gambar 2.28. Kampas Rem Cakram Original
                        (Dokumentasi)

Kampas rem terbagi menjadi dua yang asli dan yang tiruan, disini tampak jelas jika dilihat dari sisi kualitas dan umur dari kampas rem itu sendiri, untuk kampas rem yang asli itu biasanya harganya lebih mahal dari pada yang tiruan. Kampas rem sangat mudah untuk dibedakan mana yang asli dan barang tiruan, akan sangat terasa jika kendaraan sudah berjalan dan akan terasa tidak nyaman dan tidak aman untuk memakai barang tiruan atau bisa disebut tidak asli.



                                                    



                                   



               Gambar 2.29. Pad Rem Tiruan
                                                (Yamaha Motor Indonesia, 2004)

2.5.3 Caliper

Caliper adalah  komponen  rem  cakram  yang  berguna  untuk menerima dan meneruskan gaya pengereman dari minyak rem untuk  memberikan  tekanan  pada  kampas  rem.  Pada  kaliper terdapat piston yang menerima tekanan dari minyak rem dan akan  bergerak  maju  keluar  untuk  menekan  kampas  rem.  Kaliper dipasang  pada  chassis  kendaraan  dan  tidak  bergerak  atau diam saja pada saat roda berputar. Kaliper dikuatkan oleh baud pengunci dan dipasang sesuai posisi disk pad sehingga tidak ada goyangan ketika kendaraan sedang melaju dan tidak ada gesekan antasa kaliper dengan disk pad. Usahakan posisi kampas rem mencekam penuh disk pad untuk menghasilkan daya cengkram yang baik pada saat melakukan pengereman.








                  Gambar 2.30. Kaliper Yamaha Jupiter
                 (Dokumentasi)
Kaliper pada rem cakram ini mempunyai beberapa tipe  yaitu, type  fixed caliper (double piston), dan type floating caliper (single piston).
1)             Caliper Type Fixed Caliper(Double Piston)
Caliper jenis ini dipasang tepat pada  axel  atau  strut. Daya  pengereman  ini  didapat  bila  pad  piston  secara hidraulis  pada  kedua  ujung  piringan  atau  cakram.  Fixed caliper  adalah dasar disain yang sangat baik dan di jamin dapat  bekerja  lebih  akurat.  Namun  demikian  radiasi panasnya  terbatas  karena  silinder  rem  berada  antara cakram  dan  velg,  menyebabkan  sulit  tercapai pendinginan.  Untuk  itu  membutuhkan  penambahan komponen  yang  banyak  untuk  mengatasi  hal  tersebut, caliper jenis ini sudah jarang digunakan.
2)             Caliper Type Floating Caliper(Single Piston)
Tipe seperti ini piston hanya ditempatkan pada satu sisi  kaliper  saja.  Tekanan  hidraulis  dari  master  silinder mendorong piston (A) dan selanjutnya menekan pada cakram.  Pada  saat  yang  sama  tekanan  hidraulismenekan  pada  sisi  pad  (reaksi  B),  dan  ini  disebabkan karena kaliper bergerak kekanan dan menjepit cakram dan terjadi usaha tenaga pengereman. Caliper juga disebut dengan cylinder body, memegang piston-piston dan dilengkapi dengan saluran dimana minyak rem disalurkan ke silinder.



BAB III

METODE PENELITIAN

3.1     Diagram Alur Penelitian

Mulai
Studi Pustaka
Persiapan Alat dan Bahan
Menyetel Sistem Rem
 









Pengujian Sistem Rem Mobil Urban Bala Manter
                                                                                                        
               
Berhenti di garis finish
 


                                                                                                      
                                                           
Hasil dan Pembahasan
Pembuatan Laporan Ta
 




Selesai
 

    Gambar 3.1. Diagram Alur Penelitian


3.2.    Alat dan Bahan

3.2.1 Alat

Pada saat pengujian ini, membutuhkan alat untuk membantu melakukan pengujian ini, diantaranya alat yang dibutuhkan seperti yang tertera pada Tabel 3.1.
                         Tabel 3.1 Alat Pengujian Sistem Rem
No.
Nama Alat
1.
Obeng (+), (-)
2.
Kunci Pas 14
3.
Kunci Pas 8
4.
Kunci Pas 12
5.
Tali Rafiah
6.
Stopwatch
7.
Masker
8.
Pilok
                                 

3.2.2   Bahan

Pada saat melakukan pengujian ini, membutuhkan bahan yang untuk diujikan agar mendapatkan data yang diinginkan, yaitu mobil urban bala manter, seperti pada Gambar 3.1. Berikut penjelasan tentang spesifikasi Mobil Urban Bala Mater :


                                          
                             Gambar 3.1. Mobil Urban Bala Manter.
                           (Dokumentasi)

3.2.2.1  Rangka

Pada rancang bangun mobil urban bala manter ini mempunyai spesifikasi seperti pada Tabel 3.2.
Tabel 3.2 Spesifikasi Rangka Mobil Urban Bala Manter
No.
Dimensi
Ukuran
1
Panjang
210 cm
2
Lebar
50 cm
3
Tinggi
121 m
4
Jarak Sumbu Roda
173 cm
5
Berat
50 kg


3.2.2.2  Mesin

Dibagian mesin mobil urban bala manter ini menggunakan mesin motor Yamaha Mio tahun 2004 yang berbahan bakar bensin dengan 113.7 cc. SOHC 2-Klep pendingin udara. Diameter langkah : 500.0 x 57.9 mm. Dengan Karburator NCV24x1 Keihin serta sistem pengapian menggunakan DC-CDI dan pelumas wet sump. Kapasitas oli mesin 0.9 lier dengan transmisi otomatis (V-Belt).

3.2.2.3  Body

Pada bagian bodi menggunakan fiber glass dan mika untuk menutupi bagian rangka serta menggunakan kertas serat karbon untuk membentuk desain body kendaraan. Dan memiliki panjang 240 cm dan lebar 130 cm

3.2.2.4  Sistem Rem

Pada sistem rem menggunakan rem hidrolik yang memanfaatkan aliran oli untuk menekan piston kaliper. Sistem rem menggunakan double kaliper motor Yamaha Jupiter dan memakai disk pad motor Yamaha Jupiter serta motor yamaha Mio untuk bagian roda depan. Menggunakan TDR 1.5 mm dan master kopling mobil Kijang.








                       Gambar 3.2 Kaliper Yahama Jupiter Dual Piston
                                                                   (Dokumentasi)

3.2.3 Metode Pengumpulan Data

Dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini metode-metode pengumpulan data yang diperlukan antara lain :
1.             Metode Literatur
Melakukan pengumpulan literatur-literatur yang berhubungan dengan pembuatan Laporan Tugas Akhir.
2.             Metode Eksperimen
Melakukan percobaan untuk mendapatkan data yang behubungan dengan pembuatan Laporan Tugas Akhir.
3.             Metode Interview
Melakukan interview pada semua pihak yang dapat membantu penyusukan Laporan Tugas Akhir.

3.2.4 Metode Analisis Data

Metode analisis data untuk mengetahui jarak setelah pengereman dilakukan dengan jarak 100 meter dan 150 meter dengan kecepatan 45 km/jam, masing-masing diujikan sebanyak 3x.


BAB IV

PROSES PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN

4.1         Proses Pengujian Pengereman

4.1.1   Proses Pengujian Pengereman Dengan Jarak 100 Meter

Setelah melakukan penyetelan pada sistem rem kemudian persiapakan mobil bala manter dibelakang garis start dan hidupkan mesin. Ukurlah jarak 100 meter lalu beri tanda garis finis sebagai tanda untuk pengereman.







                   Gambar 4.1. Mobil Berada Dibelakang Garis Start Jarak 100 meter
                                     (Dokumentasi)








                      Gambar 4.2. Mobil Menuju Garis Finsih dengan jarak 100 meter
                         (Dokumentasi)
Saat mobil melaju ke garis finis dengan kecepatan 45 km/jam, pengemudi mengijak pedal rem tepat di garis finis.






                         Gambar 4.3. Jarak Pemberhentian Mobil
                           (Dokumentasi)
Setelah itu ambil data jarak pengereman mobil urban bala manter dari garis finis sampai titik pemberhentian mobil, dihitung dengan melihat bodi bagian paling depan.







                     Gambar 4.4. Pengukuran Jarak Pengereman 100 meter.
                                              (Dokumentasi)

4.1.2   Hasil Pengujian Pengereman Dengan Jarak 100 Meter

Dari hasil analisa sistem rem Mobil Urban Bala Manter telah menghasilkan jarak pada tiap-tiap pengujian di jarak 100 meter dilakukan 3x percobaan. Hasil pengereman seperti pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1. Hasil Jarak Pengereman 100 Meter
Percobaan
Jarak Pengereman Setelah Melewati Garis Finish
1
5 Meter
2
3.8 Meter
3
5 cm

4.1.3   Proses Pengujian Pengereman Dengan Jarak 150 Meter

Setelah melakukan pengujian dengan jarak 100 meter, selanjutnya dengan jarak 150 meter. Kembalikan posisi mobil berada dibelakang garis start, hidupkan kembali mesin mobil. Seperti pada Gambar 4.5.








                  Gambar 4.5. Mobil Dibelakang Garis Start Jarak 150 meter
                                     (Dokumentasi)
Saat mobil melaju menuju garis finis dengan jarak 150 meter, pengemudi menginjak pedal rem tepat digaris finis. Kemudian ambil data jarak pengereman mobil diambil dari bagian bodi paling depan sampai garis finis. Seperti pada Gambar 4.6.










                       Gambar 4.6. Pengambilan Data Jarak pengeraman 150 Meter
                                       (Dokumentasi)

4.1.4   Hasil Pengujian Pengereman 150 Meter

Dari hasil analisa sistem rem mobil urban bala manter telah menghasilkan jarak pengereman 150 meter dilakukan 3x percobaan. Seperti pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2. Hasil Jarak Pengereman 150 Meter
Percobaan
Jarak Pengereman Setelah Melewati Garis Finish
1
3 Meter
2
2 meter
3
30 cm
         



4.2         Pembahasan

Dari hasil pengujian dengan jarak 100 meter dan 150 meter dengan masing-masing percobaan diulang 3x. Untuk jarak 100 meter dihasilkan jarak pengereman 5 meter, 3.8 meter dan 5 cm. Sedangkan untuk jarak 150 meter dihasilkan jarak pengereman 3 meter, 2 meter dan 30 cm.
Berdasarkan dengan hasil tersebut maka perbandingan antara 100 meter dengan 150 meter, kekuatan pengereman lebih bagus dijarak 100 meter dibandingkan dengan jarak 150 meter, karena semakin jauh jarak tempuh kendaraan dan tingginya kecepatan akan menambah beban pengereman.








BAB V

PENUTUP

5.1     Kesimpulan

Setelah dilakukan pengujian atau pengambilan data pada jarak tempuh 100 meter dan 150 meter. Dihasilkan jarak pemberhentian setelah dilakukan pengereman dari jarak 100 meter untuk persiapan pengereman yaitu 5 meter, 3.8 meter dan 5 cm meter kemudian untuk jarak 150 meter dihasilkan jarak persiapan pengereman yaitu 3 meter, 2 meter dan 30 cm. Maka dari percobaan dari jarak tersebut dengan rata-rata pemberhentian 2.3 meter, jadi beban mobil urban bala manter masih ringan disisi pengereman.

5.2     Saran

1.             Perhatikan kondisi rem keseluruhan agar tetap normal. Seperti komponen-komponen utama pada rem, kampas rem, master rem, pipa-pipa oli minyak rem, piston kaliper.
2.             Jarak pemberhentian agar bisa diketahui pemberhentian kendaraan setelah dilakukan pengereman.
3.             Gunakanlah minyak rem yang berkualitas untuk mendapatkan daya cakram yang baik.
4.             Dibagian kaliper, cek secara rutin apakah piston masih berkerja saat ada tekanan oli dan perhatikan saluran rem bila terdapat kebocoran maka segeralah lakukan perbaikan.

DAFTAR PUSTAKA


Habibi, M. 2010. Perancangan Alat Uji Rem dan Detail Drawing Komponen Rem Mobil Miltiguna Pedesaan. Fakultas Teknologi Industri. Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Surabaya.
Mostofa, 2011. Analisis Sistem Pengereman Pada Mobil Mitsubishi L300 Jenis Pick Up. Fakultas Teknik Mesin. Universitas Tadalako. Palu.
Setyo, A. 2015. Modifikasi Rem Terintegrasi Depan Dan Belakang Dengan Mekanisme ABS Pneumatik Untuk Meningkatkan Kinerja Pengereman Yang Optimal Pada Sepeda Motor. Teknik Mesin. Akademi Teknologi warga Surakarta. Surakarta.
Siahaan, H. 2008. Kinerja Rem Tromol Terhadap Kinerja Rem Cakram Kendaraan Roda Dua Pada Pengujian Stasioner. Fakultas Teknik Mesin. Universitas Kristen Petra. Surabaya.
Yanuar dan Setyadarma, D. 2015. Analisis Gaya Pada Rem Cakra (Disk Brake) Untuk Kendaran Roda Dua. Fakultas Teknik Mesin. Universitas Gunadarma.
Yamaha Motor Indonesia 2006 N-step 1 Panduan Traning.
Yamaha Motor Indonesia 2006 N-step 2 Panduan Traning.









LAMPIRAN





















Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama                        : Amin Nur Akhmadi, ST.MT
NIDN                       : -
Jabatan Struktural    : Dosen Mata Kuliah

Dengan ini menyatakan bersedia untuk menjadi pembimbing I pada Tugas Akhir mahasiswa berikut :
                                
Nama                        : Ikhwan Syarifudin
NIM                         : 13020041
Program Studi          : DIII Teknik Mesin
Judul Tugas Akhir   : ANALISA SISTEM REM CAKRAM MOBIL URBAN BALA MANTER POLITEKNIK TEGAL.
Demikian pernyataan ini dibuat agar dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.


Tegal, Oktober 2015




Mengetahui,
Ka. Prodi DIII Teknik Mesin




Drs. Agus Suprihadi
NIPY. 07.010.054

Calon Dosen Pembimbing




Amin Nur Akhmadi, ST.MT
NIDN. 0622048302






Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama                        : Syaefani Arif Romadhon, S.S M.Pd
NIDN                       : 0615068401
Jabatan Struktural    : Dosen Mata Kuliah

Dengan ini menyatakan bersedia untuk menjadi pembimbing II pada Tugas Akhir mahasiswa berikut :
                                
Nama                        : Ikhwan Syarifudin
NIM                         : 13020041
Program Studi          : DIII Teknik Mesin
Judul Tugas Akhir   : ANALISA SISTEM REM CAKRAM MOBIL URBAN BALA MANTER POLITEKNIK TEGAL.
Demikian pernyataan ini dibuat agar dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.


Tegal, Oktober 2015




Mengetahui,
Ka. Prodi DIII Teknik Mesin




Drs. Agus Suprihadi
NIPY. 07.010.054

Calon Dosen Pembimbing




Syaefani Arif Romadhon, S.S M.Pd
NIDN. 0615068401