ANALISA JARAK PENGEREMAN MOBIL URBAN BALA MANTER POLITEKNIK TEGAL
TUGAS AKHIR
Diajukan
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Studi Jenjang Program Diploma
Tiga
Oleh
:
Nama : Ikhwan Syarifudin
NIM :
13020041
PROGRAM STUDI DIII TEKNIK MESIN
POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA TEGAL
HALAMAN PERSETUJUAN
ANALISA JARAK PENGEREMAN
MOBIL URBAN BALA MATER POLITEKNIK TEGAL
Oleh
:
Nama : Ikhwan Syarifudin
NIM : 13020041
Telah diperiksa dan dikoreksi dengan baik dan
cermat. Karena itu pembimbing menyetujui mahasiswa tersebut untuk diuji
Tegal, 28 Juni 2016
Menyetujui,
|
Pembimbing I
Amin Nur Akhmadi, ST.MT
NIDN. 0622048302
|
|
Pembimbing II
Syaefani Arif Romadhon, S.S
M.Pd
NIDN. 0615068401
|
|
|
|
|
|
Mengetahui,
Ketua Program Studi DIII Teknik Mesin
Politeknik Harapan Bersama Tegal
Drs.
Agus Suprihadi
NIPY. 07.010.054
|
||
HALAMAN PENGESAHAN
Judul :
ANALISA JARAK PENGEREMAN MOBIL URBAN BALA MANTER POLITEKNIK TEGAL
Nama : Ikhwan
Syarifudin
NIM :
13020041
Program Studi : Teknik
Mesin
Jenjang :
Diploma III
Dinyatakan LULUS setelah dipertahankan didepan Tim Penguji Tugas Akhir
Program Studi DIII Teknik Mesin Politeknik Harapan Bersama Tegal.
Tegal,
1 Agustus 2016
Tim
Penguji :
Nama Tandatangan
1.
Ketua :
Drs. Agus Suprihadi 1.
..............................
2.
Sekretaris :
Syarifudin, ST 2.
..............................
3.
Penguji I :
Muh. Nuryasin, M.T 3. ..............................
4. Penguji
II : Much. Sobri Sungkar, M.Kom 4.
..............................
HALAMAN PERNYATAAN
Yang bertandatangan dibawah ini :
Nama : Ikhwan Syarifudin
NIM : 13020041
Adalah
mahasiswa Program Studi DIII Teknik Mesin Politeknik Harapan Bersama Tegal, dengan
ini saya menyatakan bahwa laporan Tugas Akhir yang berjudul :
“ANALISA JARAK
PENGEREMAN MOBIL URBAN BALA MANTER POLITEKNIK TEGAL”
Merupakan
hasil pemikirian sendiri secara orisinil dan saya susun secara mandiri dengan
tidak melanggar kode etik hak karya cipta. Pada laporan Tugas Akhir ini juga
bukan merupakan karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar akademik
tertentu di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak
terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang
lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam
daftar pustaka.
Apabila
dikemudian hari ternyata Laporan Tugas Akhir ini terbukti melanggar kode etik
karya cipta atau merupakan karya yang dikategorikan mengandung unsur plagiarisme,
maka saya bersedia untuk melakukan penelitian baru dan menyusun laporannya
sebagai Laporan Tugas Akhir, sesuai dengan ketentuan berlaku.
Demikian
pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan sesungguhnya.
Tegal,
Juni 2016
Yang
membuat pernyataan
Ikhwan
Syarifudin
NIM.
13020041
MOTTO DAN
PERSEMBAHAN
Ø
MOTTO
1.
Hilangkan rasa negatif untuk kebaikan segala
hal.
2.
Rata-rata 80% manusia melakukan hal yang sama
setiap harinya, maka buatlah harimu penuh dengan makna dengan dasar tujuan dan
arah yang benar.
3.
Tetap randah hati dan berperilaku yang benar
dimana pun anda berada, maka lingkungan yang anda tempati akan memperlakukan
anda dengan baik juga.
4.
Tataplah mata jika ingin mempererat silatuhrami,
tataplah tanah jika tak ingin menyapa, hidup adalah pilihan.
5.
Manusia tidak berjalan mundur untuk melakukan
aktifitas sehari-hari, itu adalah kodrat dari Allah SWT kepada manusia untuk
tetap maju dan mempunyai tujuan untuk hidup dengan penuh semangat.
Ø
PERSEMBAHAN
1.
Segenap keluarga besar Politeknik Harapan
Bersama Tegal.
2.
Dosen pembimbing, Bapak Amin Nur Akhmadi, st.mt
dan Bapak Saefani Arif Romadhon. S.S M.Pd
3.
Dosen Penguji, Bapak Muh. Nuryasin, M.T dan
Bapak Much. Sobri Sungkar, M.Kom
4.
Rekan-rekan Mahasiswa semuanya, khususnya DIII
Teknik Mesin Politeknik Harapan Bersama Tegal.
5.
Ibu Tugi dan Bulik Lela tercinta serta semua
keluarga peneliti yang selalu membantu dalam segala hal.
6.
Dwi Novianti dan keluarganya yang selalu
mendukung dan menyemangati dengan setulus hati.
7.
Semua orang yang mencintai ilmu pengetahuan.
ANALISA JARAK PENGEREMAN MOBIL URBAN
BALA MANTER POLITEKNIK TEGAL
(Ikhwan),(Amin Nur Akhmadi, ST.MT),(Syaefani Arif
Romadhon, S.S M.Pd)
DIII
Teknik Mesin Politeknik Harapan Bersama Tegal.
Kampus I.
Jl. Mataram No. 9 Tegal 52142 Telp.(0283) 352000 Fax 353353
Kampus II.
Jl. Dewi Sartika No. 71 Tegal. 52117 Telp.(0293) 350567 Fax 353353
ABSTRAK
Jarak pengereman yang pada
umumnya itu untuk persiapan berhentinya suatu kendaraan mobil atau sepeda motor
harus diperhatikan oleh pengemudi. Sistem rem ada tipe mekanik dan hidrolik
yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Mobil urban dirancang untuk mengikuti
sebuah lomba mobil irit hemat energi yang diselenggarakan oleh Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi.
Pada mobil urban bala manter
menggunakan rem hidraulis dengan type caliper double piston. Memiliki
fungsi yang berbeda, pengereman pada mobil komersial dan mobil bala manter
sama-sama terdiri dari master silinder tipe tunggal, selang rem, kaliper double piston.
Berdasarkan hasil penelitian
analisa jarak pengereman yang telah di uji dapat disimpulkan jarak pengereman
berbeda-beda diantaranya 100 meter menghasilkan jarak pengereman 5 meter, 3.8
meter dan 5 cm, sedangkan untuk jarak 150 meter menghasilkan jarak 3 meter, 2
meter dan 30 cm.
Kata kunci : Jarak, Kampas Rem, Rem Cakram
KATA
PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha
Pengasih dan Maha Penyayang yang telah melimpahkan segala rahmat, hidup dan inayah-Nya hingga
terselesaikan laporan Tugas Akhir dengan judul ”ANALISA JARAK PENGEREMAN MOBIL
URBAN BALA MANTER POLITEKNIK TEGAL “.
Tugas Akhir merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai salah
satu syarat kelulusan dalam mencapai derajat Ahli Madya pada Program Studi DIII
Teknik Mesin Politeknik Harapan Bersama Tegal.
Petunjuk, bantuan, bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak
memberikan bantuan yang besar dalam menyelesaikan penyusunan laporan Tugas
Akhir ini. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini,
terutama kepada :
1.
Bapak Moch. Chambali, B.Eng., M.kom selaku
Direktur Politeknik Harapan Bersama Tegal.
2.
Bapak Drs. Agus Suprihadi selaku Ketua Program
Studi D III Teknik Mesin Politeknik Harapan Bersama Tegal.
3.
Bapak Amin Nur Akhmadi, ST.MT selaku dosen
pembimbing I
4.
Bapak Saefani Arif Romadhon, S.S M.Pd selaku
dosen pembimbing II
5.
Teman-teman seperjuangan yang telah memberikan
semangat sehingga laporan ini dapat diselesaikan.
6.
Semua pihak yang telah mendukung, membantu serta
mendo’akan penyelesaian Laporan Tugas Akhir ini.
Semoga Laporan Tugas
Akhir ini dapat memberikan sumbangan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Tegal,
Juni 2016
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR
TABEL
Halaman
DAFTAR
GAMBAR
Halaman
DAFTAR
LAMPIRAN
Halaman
Gambar 1. Suasana Pengujian............................................................................. A-1
Gambar 2. Mobil Urban Bala Manter Sedang Menuju
Garis Finis.................... A-1
Surat Kesediaan
Pembimbing.............................................................................. A-2
Surat Kesediaan
Pembimbing.............................................................................. A-3
Tabel
Pengujian................................................................................................... A-4
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Memasuki era global yang
sangat praktis, perkembangan ilmu sangat pesat terutama di bidang IPTEK.
Perkembangan ini juga berdampak juga pada perkembangan teknologi transportas
untuk kebutuhan sehari-hari pada masyarakat, dan Inovasi di bidang otomotif saat
ini semakin memanjakan pemakai,dan trobosan teknologi terbaru harus memenuhi
tuntutan konsumen yang lebih mudah, aman, dan
nyaman. Selain itu juga mesin memiliki 1performance yang tinggi, serta
perangkat keamanan dan kenyamanan lengkap yang berfungsi optimal. Suatu
kendaraan dapat dikatakan baik apabila bisa memberikan rasa aman dan nyaman
bagi pengendara. Semua jenis kendaraan baik roda dua maupun roda empat
dilengkapi dengan berbahan sistem, salah satunya adalah sistem pengereman. Di
dalam pengereman banyak bermacam-macam tipe pengereman seperti rem cakaram, rem
tromol, rem kaki, rem parkir. Tergantung dari model kendaraan tersebut dan
pemakaiannya ada yang menggunakan rem cakram dan ada yang menggunakan rem
tromol baik di mobil ataupun motor.
Keselamatan adalah bagian yang terpenting
dalam dunia otomotif dalam arti yang luas yaitu paduan antara kwalitas dan mutu
dari komponen-komponen yang harus di perhatikan dengan cermat. Semakin cepat
waktu berjalan dengan diiringi perkembangan teknologi di masa ini sangatlah
dominan untuk mengubah atau menginovasi komponen agar lebih hemat energi dan
aman.
Perawatan sistem rem pada rem cakram, yaitu dengan cara memeriksa
komponen rem: kanvas, piringan, seal caliper maupun selang minimal
setiap kelipatan 10.000 km, selanjutnya menguras minyak rem setiap kelipatan
20.000 km (1 tahun). Konstruksi rem cakram berbeda dengan rem tromol, dimana
rem cakram didesain tanpa penutup sehingga jauh lebih mudah dihinggapi debu
atau kotoran dari jalan. Kondisi ini memang disengaja agar rem cakram lebih
mudah mengalami proses pendinginan saat bekerja, kelemahannya yaitu bahwa
desain yang terbuka itu memperbesar kemungkinan kotoran masuk sehingga memicu
kemacetan pada roda-roda
kendaraan. Apabila kemacetan terjadi pada roda depan pengendara akan merasa setir tidak stabil atau cenderung ”lari ke kiri atau ke kanan. Kotoran atau debu ataupun kerikil kecil yang menempel pada cakram jika relatif lebih keras maka efek pemaksaan justru membuat rem cakram menjadi rusak sehingga menjadi tergores atau melengkung, bahkan menyebabkan suara berisik, serta daya pengereman semakin merosot drastis.
kendaraan. Apabila kemacetan terjadi pada roda depan pengendara akan merasa setir tidak stabil atau cenderung ”lari ke kiri atau ke kanan. Kotoran atau debu ataupun kerikil kecil yang menempel pada cakram jika relatif lebih keras maka efek pemaksaan justru membuat rem cakram menjadi rusak sehingga menjadi tergores atau melengkung, bahkan menyebabkan suara berisik, serta daya pengereman semakin merosot drastis.
Pada saat ini
banyak sekali pengguna kendaraan tidak mengerti apa itu sistem rem dan komponen
komponen di dalamnya. Pada hal ini sangat penting karena agar pengguna
kendaraan dapat memaksimalkan sistem rem tersebut, dari beberapa tipe
pengereman banyak keuntungan dan kelebihan masing-masing pada suatu pengereman
dan cara perawatannya.
Rem sendiri
berfungsi untuk mengurangi kecepatan dan menghentikan laju kendaraan.sistem ini
sangat penting karena memiliki fungsi sebagai alat keselamatan dan menjamin
untuk pengendara yang aman. Kendaraan tidak dapat berhenti apabila pengereman
hanya dilakukan dengan pengereman mesin, kelemahan ini harus dikurangi agar dapat
menurunkan kecepatan gerak kendaraan hingga berhenti.
Kontes Mobil Hemat Energi
(KMHE) merupakan Sebuah “Lomba mobil irit hemat energi” tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. KMHE yang populer dengan
nama Indonesia Energy Marathon Challenge
(IEMC) adalah kontes mobil hemat
energi yang diselenggarakan setiap tahun yang dimulai pada tahun 2012 hingga
sekarang. KMHE 2016 ini mengusung tema “ignite
to ascend”, sehingga diharapkan kontes ini bisa menjadi pemicu mahasiswa
untuk terus berkompetisi menciptakan produk unggulan berupa mobil yang handal,
kompetitif dan hemat energi.
Di dalam Mobil Hemat Energi
juga memerlukan sistem rem untuk membantu lajunya kendaraan, sistem rem
tersebut harus dirancang sedemikian rupa agar sesuai dengan regulasi kendaraan
dan dirancang secara benar. Memiliki kualitas bagus tetapa desain kontruksi rem
tetap sederhana.
Oleh karena itu Tugas
Akhir ini berjudul “ANALISA JARAK PENGEREMAN MOBIL URBAN BALA MANTER POLITEKNIK
TEGAL” Berharap bisa menambah ilmu tentang sistem rem serta menambah tingkat keamanan dan
kenyamanan pengereman.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di
atas maka dapat dirumuskan permasalahan yaitu Berapakah jarak pengereman mobil
urban bala manter ?
1.3
Batasan Masalah
Agar pembahasaan tidak
meluas maka batasan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.
Rem yang digunakan adalah Rem Cakram Yamaha
Jupiter
2.
Pengujian ini menggunakan jenis Sistem Rem
Cakram Double kaliper.
3.
Pengujian sistem rem hanya mengetahui jarak
pemberhentian kendaraan.
4.
Pengujian dilakukan pada jarak 100 meter dan 150
meter.
1.4
Tujuan
Adapun tujuan yang di
peroleh dari laporan Tugas Akhir ini yaitu untuk mendapatkan pengereman yang
optimal pada mobil urban bala manter.
1.5
Manfaat Penelitian
Manfaat yang di peroleh dari pembahasan
sistem rem cakram ini yaitu :
1.
Mahasiswa
Mahasiswa dapat
mengertahui ilmu tentang sistem rem cakram dari segi komponen, cara kerja,
konsep dasar pengereman. Serta pembongkaran, pemasangan dan pengujian sistem
rem.
2.
Kampus
Untuk menambah
wawasan kepada masing-masing bagian kampus tentang sistem rem, pentingnya rem
untuk keselamatan kendaraan. Berguna untuk perlengkapan bengkel kampus dalam
melakukan aktifitas belajar dan mengajar.
3.
Masyarakat
Dapat membantu
masyarakat untuk lebih mudah memahami tentang sistem rem agar pengereman tetap
aman dan nyaman.
1.6
Sistematika Penulisan
Adapun sistematika dalam laporan ini
meliputi :
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini tentang latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah,
tujuan, manfaat, waktu pelaksanaan, dan sistematika penulisan.
BAB
II LANDASAN TEORI
Pada bab ini berisi menjelaskan tentang sistem rem cakram,
konsep dasar pengereman, komponen-komponen utama sistem rem cakram, tipe rem.
BAB III METODELOGI PENELITIAN
Pada
bab ini menjelaskan tentang alur penelitian, alat dan bahan penelitian, metode
pengumpulan data, dan metode analisa data termasuk menyebutkan proses pengujian
dan pengambilan data.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada
bab ini menjelaskan bagaimana proses pengujian secara rinci dan menjelaskan
hasil pengujian dan percobaan pada Mobil Urban Concept dan membahas hasil jarak
pengereman pada jarak 100 meter dan 150 meter setelah melewati garis
yang ditentukan dan masing-masing dilakukan 3x percobaan.
BAB V PENUTUP
Berdasarkan bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran pada sistem pengereman mobil urban bala manter pada
jarak 100 meter dan 150 meter.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Konsep Dasar Pengereman
Pada setiap
kendaraan bermotor kemampuan
sistem pengereman menjadi suatu
yang penting karena mempengaruhi
keselamatan berkendara. Semakin
tinggi kemampuan kendaraan tersebut melaju
maka semakin tinggi pula
tuntutan kemampuan sistem rem
yang lebih handal
dan optimal untuk menghentikan atau memperlambat laju kendaraan.
(Yanuar, 2015)
Kendaraan tidak
dapat berhenti apabila pengereman hanya dilakukan dengan pengereman
mesin,kelemahan ini harus dikurangi agar dapat menurunkan kecepatan gerak
kendaraan hingga berhenti. Pada saat ini banyak sekali pengguna kendaraan tidak
mengerti apa itu sistem rem dan komponen komponen di dalamnya. Padahal hal ini
sangat penting karena agar pengguna kendaraan dapat memaksimalkan sistem rem
tersebut.
Gambar 2.2.
Konsep Dasar Pengereman Rem Tromol
(Yanuar, 2015)
Dewasa ini menurut
para ahli permobilan, rem adalah merupakan kebutuhan sangat penting untuk
keamanan berkendaraan dan juga dapat berhenti di tempat manapun, dan dalam
berbagai kondisi dapat berfungsi dengan baik dan aman. Rem merupakan salah satu
bagian kendaraan yang sangat penting pada sebuah kendaraan baik roda dua
ataupun roda empat yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat untuk
berkendara sehari-hari. Rem dirancang untuk mengurangi kecepatan (memperlambat)
dan menghentikan kendaraan atau memungkinkan parkir pada tempat yang menurun.
Peralatan ini sangat penting pada kendaraan dan berfungsi sebagai alat keamanan
dan menjamin untuk pengendara yang aman.
Gambar 2.3.
Rangkaian Sistem Rem Keseluruhan Mobil
(Yanuar, 2015)
Untuk mencapainya diperlukan perbaikan-perbaikan dalam
sistem pengereman tersebut. Sistem rem yang baik adalah sistem rem yang jika dilakukan pengereman baik dalam kondisi apapun
pengemudi tetap dapat mengendalikan arah dari laju kendaraannya.
2.2 Prinsip Kerja Rem
Kendaraan tidak dapat berhenti dengan segera apabila
mesin di bebaskan (tidak di hubungkan) dengan pemindah daya, kendaraaan
cenderung tetap bergerak. Kelemahan ini harus di kurangi dengan maksud untuk
menurunkan kecepatan gerak kendaran hingga berhenti. Mesin mengubah energi
panas menjadi energi kinetik (energi gerak) untuk menggerakan kendaraan.
Prinsip kerja rem adalah mengubah energi kinetik menjadi energi panas untuk
menghentikan kendaraan.
Efek pengereman (braking effect) diperoleh dari
adanya gesekan yang timbul antara dua objek. Atau prinsip kerja rem cakram
berbeda dengan cara kerja rem tromol walupun secara prinsip keduanya
menggunakan prinsip yang sama. Untuk mengurangi kecepatan yaitu gaya gesek.
Gambar
2.4. Prinsip Kerja Rem
(Yanuar,
2015)
2.3
Tipe Rem
Rem yang di gunakan pada kendaraan terdapat beberapa
tipe tergantung penggunaannya yaitu :
2.3.1 Rem Kaki
Jenis rem ini di gunakan untuk mengontrol kecepatan dan
menghentikan kendaraan dengan cara tenaga dorong dari kaki pengendara yang
memberikan beban ke pedal rem sehingga mendorong master silinder dan memompa
minya rem mengalir melalui pipa rem menuju ke masing-masing kaliper sehingga
kampas rem terdorong lalu mencekam disk
pad.
Gambar 2.5. Rem Kaki
(Yanuar, 2011)
2.3.2
Rem parkir (Parking Braker)
Gambar
2.6. Jenis Rem Parkir
(Yanuar, 2011)
Rem parkir (parking
brake) terutama digunakan untuk parker kendaraan. Mobil penumpang dan
kendaraan niaga yang kecil mempunyai rem parkir tipe roda belakang (rem kaki),
atau rem parker ekslusif yang dihubungkan dengan roda-roda belakang. Kendaraan
niaga yang besar menggunakan rem parkir tipe center brake yang dipasang antara propeller shaft dan transmisi. Sistem rem parkir terdiri dari tuas
rem, stick atau pedal, kabel atau tipe mekanisme batang (rod) dan tromol rem
dan sepatu yang membangkitkan daya pengereman.
Gambar
2.7. Tuas Rem Parkir
(Yanuar, 2011)
Ada beberapa tipe rem parkir yaitu tipe tuas batang, Tipe rem
parkir ini terletak di bawah dashboard dan sisi kaki pengemudi. Cara
mengaktifkan rem parkir tipe batang ini ialah dengan menarik ujung tuas, dan
untuk menonaktifkan rem parkir ini adalah dengan menggeser ujung tuas searah
jarum jam (atau sebaliknya), kemudian melepaskannya. Rem parkir tipe batang ini
umumnya digunakan pada kendaraan bermotor lawas dan berkapasitas mesin maupun
berbobot sedang.
Gambar
2.8. Rem Parkir Mobil
(Hardianto,
2008)
Gambar 2.9. Rem Parkir Model Tarik
(Hardianto, 2008)
Ada pula dengan cara menginjak pedal kopling dan rem
secara bersamaan. Sedangkan untuk tipe pedal, Tipe rem parkir ini lazim digunakan
pada kendaraan bermotor bertransmisi otomatis.
Namun ada juga mobil bertransmisi manual yang menggunakan rem parkir tipe ini,
yakni beberapa model Mercedes Benz sedan serta Holden Torana seri lawas. Adapun caranya ialah dengan
menginjak pedal rem parkir, dan untuk menonaktifkannya adalah dengan menginjak
kembali pedal rem parkir. Sementara untuk transmisi manual, menonaktifkannya
adalah dengan menarik tuas pelepas rem parkir pada sisi pengemudi. Rem parkir
tipe pedal ini dinilai kurang praktis pada mobil transmisi manual.
Gambar
2.10. Rem Parkir
(Hardianto, 2008)
2.4 Komponen Sistem Rem
Pada Sistem Rem ini terdapat berbagai
komponen utama yang penting yaitu :
2.4.1
Brake Control
Brake control yaitu
bagian dari sistem rem yang berfungsi sebagai penekan minyak sehingga terjadi
suatu kerja pada sistem rem tersebut. Bagian dari brake control adalah :
2.4.1.1 Pedal Rem
Pedal rem digunakan
untuk memingahkan daya ke master cylinder.
Gambar
2.11. Pedal Rem
(Dokumentasi)
Gambar 2.12. Pedal Rem Mobil
(Yanuar,
2011)
Secara umum pedal
rem terdiri dari dua tipe, yaitu : tipe tegak lurus dengan tumpuan dibawah dan
tipe gantung yang terletak di atas lantai.
Gambar 2.13. Pedal
Rem
(Yanuar, 2011)
2.4.1.2
Master Silinder
Master
silinder (master cylinder) berfungsi meneruskan tekanan dari pedal menjadi tekanan hidrolik minyak rem untuk
menggerakkan sepatu rem (pada model rem tromol) atau menekan pada rem (pada
model rem piringan)”.
Gambar
2.14. Master Rem
(Hardiyanto, 2008)
Atau
untuk mengubah gerak pedal rem kedalam tekanan hydraulic. Master cylinder terdiri dari recervoir tank,
yang berisi minyak rem, demikian juga piston dan cylinder, yang
membangkitkan tekanan hydraulic. Master silinder yang digunakan pada
rangkaian rem adalah master silinder tipe tunggal. Master silinder tipe tunggal
mempunyai sistem saluran rem yang bergabung yaitu saluran untuk roda-roda depan
dan belakang. Oleh karena itu bila terjadi kebocoran pada salah satu saluran
rem, maka pada sistem saluran yang lainnya tidak berfungsi lagi, sehingga
terjadi kebocoran total dari kemampuan rem. Terdapat garis untuk minyal rem
sehingga dapa diketahui batas maksimal untuk pengisian minyak rem, agar tidak
terjadi kehabisan minyak rem.
Gambar 2.15.
Master Rem
(Dokumentasi)
Master cylinder
terdiri dari reservoir tank, yang
berisi minyak rem, demikian juga piston dan cylinder,
yang membangkitkan tekanan hydraulic.
Master silinder yang digunakan pada rangkaian rem adalah master silinder tipe
tunggal.
Gambar
2.16. Cara Kerja Master Rem Cakram
(Yanuar, 2011)
Cara kerja master silinder adalah apabila pedal ditekan,
maka piston akan bergerak maju, akibatnya minyak rem akan mengalir ke tangki
melalui saluran di depan master silinder. Karena beban dari pedal rem mendorong
minyak rem yang berada di master rem mengalir melalui pipa rem dan terbagi oleh
cabang pipa rem langsung menuju ke kaliper. Saat pedal rem dibebaskan Saat pedal rem diinjak
Piston no. 1 bergerak ke kiri dan piston cup menutup compensating port, sehingga menyebabkan tekanan hidraulis dalam
silinder bertambah dan tekanan ini diteruskan ke wheel cylinder kembali ke reservoir.
Gambar 2.17. Saat Pedal Ditekan
(Setya,
2013)
Piston kembali ke posisi semula oleh
tekanan hidraulis dan teggangan
return spring, dan minyak kembali ke
reservoir.
Gambar
2.18. Saat Pedal Dibebaskan
(Setya, 2013)
Gambar 2.19. Master Silinder Tunggal
(Setya, 2013)
2.4.1.3 Reservoir Tank
Gambar 2.20. Reservoir
Tank
(Hardianto,
2008)
2.4.1.4 Pipa Rem
Gambar 2.21. Pipa Rem Cakram
(Hardianto,
2008)
Sedangkan
untuk pipa yang terbuat dari karet, itu kurang kuat untuk manahan beban dari
minyak rem pada saat menekan kampas rem. Tetap memiliki keuntungan disegi
kelenturan karena mudah diarahkan kemana saja menyesuaikan posisi sistem rem di
kendaraan. Pipa saluran minyak rem menghubungkan master silinder dengan roda.
Biasanya pipa rem terbuat dari logam (baja atau tembaga), kecuali beberapa bagian
yang dibuat dari selang karet fleksibel, hal ini disebabkan oleh pemasangan
roda karena adanya gerakan dan getaran yang cukup kuat. Silinder roda
dihubungkan ke pipa rem dengan selang fleksibel. Saluran Minyak terbagi oleh
cabang pipa rem untuk mengarahkan ke masing-masing kaliper dengan menggunakan
baut khusus yang ada lobang di dalamnya berfungsi untuk mengalirkan minyak rem.
Gambar 2.22. Cabang Saluran Pipa Rem Cakram
(Hardianto,
2008)
Selang
rem yang bocor berbahaya, karena sistem rem tidak dapat bekerja dengan sempurna
(tekanan terlampau rendah). Karena kebocoran yang besarnya sejarum itu akan
berpengaruh terhadap kinerja sistem rem cakram, maka perhatikan dengan baik
rangkaian sistem rem terutama dibagian pipa-pipa dan cabang pipa. Agar pada
saat pedal diinjak tidak ada gaya yang terbuang oleh kebocoran dan menghasilkan
daya cengkram yang baik.
Gambar 2.23. Pipa Rem
(Dokumentasi)
Gambar 2.24. Baut Pipa Rem Cakram
(Hardianto,
2008)
2.5 Komponen Utama Sistem Rem Cakram
Bagian Utama dari
sistem Cakram terdiri dari beberapa komponen yaitu : Piringan (disk rotor), caliper, dan pad rem.
Gambar 2.25.
Sistem Rem Cakram
(Hariyanto, 2008)
2.5.1 Piringan (disk rotor)
Umumnya cakram atau
piringan (disc brake) dibuat dari besi tuang dalam bentuk biasa (solid)
berlubang-lubang untuk ventilasi. Tipe cakram lubang terdiri dari pasangan
piringan yang berlubang untuk menjamin pendinginan yang baik, kedua-duanya
untuk mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang atau tahan
lama.
Gambar
2.26 Piringan (disk pad)
(Dokumentasi)
Tipe cakram lubang
terdiri dari pasangan piringan yang berlubang untuk menjamin pendinginan yang
baik, keduanya untuk mencegah dan menjamin umur pad lebih panjang dan tahan lama. Komponen ini sangatlah penting
untuk membantu kinerja sistem rem cakram. Harus perhatikan perawatan agar debu
yang menempel tidak mengganggu kinerja rem menjadi berkurang, rawatlah piringan
rem cakram dengan amplas atau dengan majun supaya bersih dari debu dan kotoran
lainnya maka kendaraan saat berjalan tidak mangalami gangguan dikarenakan
piringan cakram yang kotor.
Gambar 2.27. Piringan (disk brake)
(Dokumentasi)
2.5.2
Pad Rem
Disk pad biasa terbuat dari campuran metallic fiber dan sedikit serbuk besi.
Tipe ini disebut dengan semi metallic
disk pad pada pad diberi gasi celah untuk menunjukan tabel kampas (batas
yang diizinkan), dengan demikian dapat mempermudah pengecekan kausan pad. Pada
beberapa pad, penggunaan metallic plate
(disebut dengan anti squel shim)
dipasangkan pasa sisi piston dari pad untuk mencegah bunyi saat berlaku
pengereman. Perhatikan ukuran ketebalan kampas rem untuk menjaga sistem rem
tetap berkerja normal dan juga ukurlah dengan jangka sorong agar tetap terjaga
ketebalan sesuai standar yang tentukan.
Gambar
2.28. Kampas Rem Cakram Original
(Dokumentasi)
Kampas rem terbagi menjadi dua yang asli dan yang
tiruan, disini tampak jelas jika dilihat dari sisi kualitas dan umur dari
kampas rem itu sendiri, untuk kampas rem yang asli itu biasanya harganya lebih
mahal dari pada yang tiruan. Kampas rem sangat mudah untuk dibedakan mana yang
asli dan barang tiruan, akan sangat terasa jika kendaraan sudah berjalan dan
akan terasa tidak nyaman dan tidak aman untuk memakai barang tiruan atau bisa
disebut tidak asli.
Gambar 2.29. Pad Rem Tiruan
(Yamaha Motor Indonesia, 2004)
2.5.3 Caliper
Caliper adalah komponen
rem cakram yang
berguna untuk menerima dan
meneruskan gaya pengereman dari minyak rem untuk memberikan
tekanan pada kampas
rem. Pada kaliper terdapat piston yang menerima tekanan
dari minyak rem dan akan bergerak maju
keluar untuk menekan
kampas rem. Kaliper dipasang pada chassis kendaraan
dan tidak bergerak
atau diam saja pada saat roda berputar. Kaliper dikuatkan oleh baud
pengunci dan dipasang sesuai posisi disk
pad sehingga tidak ada goyangan ketika kendaraan sedang melaju dan tidak
ada gesekan antasa kaliper dengan disk
pad. Usahakan posisi kampas rem mencekam penuh disk pad untuk menghasilkan daya cengkram yang baik pada saat
melakukan pengereman.
Gambar
2.30. Kaliper Yamaha Jupiter
(Dokumentasi)
Kaliper pada rem cakram ini mempunyai beberapa
tipe yaitu, type fixed caliper (double
piston), dan type floating caliper
(single piston).
1)
Caliper
Type Fixed Caliper(Double Piston)
Caliper jenis
ini dipasang tepat pada axel atau
strut. Daya pengereman ini
didapat bila pad
piston secara hidraulis pada
kedua ujung piringan
atau cakram. Fixed
caliper adalah dasar disain yang
sangat baik dan di jamin dapat
bekerja lebih akurat.
Namun demikian radiasi panasnya terbatas
karena silinder rem
berada antara cakram dan velg,
menyebabkan sulit tercapai pendinginan. Untuk
itu membutuhkan penambahan komponen yang
banyak untuk mengatasi
hal tersebut, caliper jenis ini sudah jarang
digunakan.
2)
Caliper
Type Floating Caliper(Single Piston)
Tipe seperti ini piston hanya ditempatkan pada satu
sisi kaliper saja.
Tekanan hidraulis dari
master silinder mendorong piston
(A) dan selanjutnya menekan pada cakram.
Pada saat yang
sama tekanan hidraulismenekan pada
sisi pad (reaksi
B), dan ini
disebabkan karena kaliper bergerak kekanan dan menjepit cakram dan terjadi
usaha tenaga pengereman. Caliper juga
disebut dengan cylinder body,
memegang piston-piston dan dilengkapi dengan saluran dimana minyak rem
disalurkan ke silinder.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1
Diagram Alur Penelitian
|
Mulai
|
|
Studi Pustaka
|
|
Persiapan Alat
dan Bahan
|
|
Menyetel Sistem
Rem
|
|
Pengujian Sistem
Rem Mobil Urban Bala Manter
|
|
Berhenti di garis finish
|
|
Hasil dan
Pembahasan
|
|
Pembuatan Laporan
Ta
|
|
Selesai
|
Gambar 3.1. Diagram Alur Penelitian
3.2. Alat dan Bahan
3.2.1
Alat
Pada saat pengujian ini, membutuhkan alat untuk
membantu melakukan pengujian ini, diantaranya alat yang dibutuhkan seperti yang
tertera pada Tabel 3.1.
Tabel
3.1 Alat Pengujian Sistem Rem
|
No.
|
Nama Alat
|
|
1.
|
Obeng (+), (-)
|
|
2.
|
Kunci Pas 14
|
|
3.
|
Kunci Pas 8
|
|
4.
|
Kunci Pas 12
|
|
5.
|
Tali Rafiah
|
|
6.
|
Stopwatch
|
|
7.
|
Masker
|
|
8.
|
Pilok
|
3.2.2 Bahan
Pada saat melakukan pengujian ini, membutuhkan bahan
yang untuk diujikan agar mendapatkan data yang diinginkan, yaitu mobil urban
bala manter, seperti pada Gambar 3.1. Berikut penjelasan tentang spesifikasi
Mobil Urban Bala Mater :
Gambar 3.1. Mobil
Urban Bala Manter.
(Dokumentasi)
3.2.2.1
Rangka
Pada rancang bangun mobil urban bala manter ini mempunyai
spesifikasi seperti pada Tabel 3.2.
Tabel 3.2 Spesifikasi
Rangka Mobil Urban Bala Manter
|
No.
|
Dimensi
|
Ukuran
|
|
1
|
Panjang
|
210 cm
|
|
2
|
Lebar
|
50 cm
|
|
3
|
Tinggi
|
121 m
|
|
4
|
Jarak Sumbu Roda
|
173 cm
|
|
5
|
Berat
|
50 kg
|
3.2.2.2
Mesin
Dibagian mesin mobil urban bala manter ini menggunakan
mesin motor Yamaha Mio tahun 2004 yang berbahan bakar bensin dengan 113.7 cc.
SOHC 2-Klep pendingin udara. Diameter langkah : 500.0 x 57.9 mm. Dengan
Karburator NCV24x1 Keihin serta sistem pengapian menggunakan DC-CDI dan pelumas
wet sump. Kapasitas oli mesin 0.9
lier dengan transmisi otomatis (V-Belt).
3.2.2.3
Body
Pada bagian bodi menggunakan fiber glass dan mika untuk
menutupi bagian rangka serta menggunakan kertas serat karbon untuk membentuk
desain body kendaraan. Dan memiliki panjang 240 cm dan lebar 130 cm
3.2.2.4
Sistem Rem
Pada sistem rem menggunakan rem hidrolik yang
memanfaatkan aliran oli untuk menekan piston kaliper. Sistem rem menggunakan double kaliper motor Yamaha Jupiter dan
memakai disk pad motor Yamaha Jupiter
serta motor yamaha Mio untuk bagian roda depan. Menggunakan TDR 1.5 mm dan
master kopling mobil Kijang.
Gambar
3.2 Kaliper Yahama Jupiter Dual Piston
(Dokumentasi)
3.2.3
Metode Pengumpulan Data
Dalam penyusunan Laporan
Tugas Akhir ini metode-metode pengumpulan data yang diperlukan antara lain :
1.
Metode Literatur
Melakukan
pengumpulan literatur-literatur yang berhubungan dengan pembuatan Laporan Tugas
Akhir.
2.
Metode Eksperimen
Melakukan percobaan
untuk mendapatkan data yang behubungan dengan pembuatan Laporan Tugas Akhir.
3.
Metode Interview
Melakukan interview pada semua pihak yang dapat
membantu penyusukan Laporan Tugas Akhir.
3.2.4
Metode Analisis Data
Metode analisis data
untuk mengetahui jarak setelah pengereman dilakukan dengan jarak 100 meter dan
150 meter dengan kecepatan 45 km/jam, masing-masing diujikan sebanyak 3x.
BAB IV
PROSES PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN
4.1
Proses Pengujian Pengereman
4.1.1
Proses
Pengujian Pengereman Dengan Jarak 100 Meter
Setelah melakukan penyetelan pada sistem rem kemudian
persiapakan mobil bala manter dibelakang garis start dan hidupkan mesin.
Ukurlah jarak 100 meter lalu beri tanda garis finis sebagai tanda untuk
pengereman.
Gambar
4.1. Mobil Berada Dibelakang Garis Start Jarak 100 meter
(Dokumentasi)
Gambar
4.2. Mobil Menuju Garis Finsih dengan jarak 100 meter
(Dokumentasi)
Saat mobil melaju ke garis finis dengan kecepatan 45
km/jam, pengemudi mengijak pedal rem tepat di garis finis.
Gambar
4.3. Jarak Pemberhentian Mobil
(Dokumentasi)
Gambar
4.4. Pengukuran Jarak Pengereman 100 meter.
(Dokumentasi)
4.1.2
Hasil
Pengujian Pengereman Dengan Jarak 100 Meter
Dari hasil analisa sistem rem Mobil Urban Bala Manter
telah menghasilkan jarak pada tiap-tiap pengujian di jarak 100 meter dilakukan
3x percobaan. Hasil pengereman seperti pada Tabel 4.1.
Tabel
4.1. Hasil Jarak Pengereman 100 Meter
|
Percobaan
|
Jarak Pengereman Setelah Melewati Garis Finish
|
|
1
|
5 Meter
|
|
2
|
3.8 Meter
|
|
3
|
5 cm
|
4.1.3
Proses
Pengujian Pengereman Dengan Jarak 150 Meter
Setelah melakukan
pengujian dengan jarak 100 meter, selanjutnya dengan jarak 150 meter.
Kembalikan posisi mobil berada dibelakang garis start, hidupkan kembali mesin
mobil. Seperti pada Gambar 4.5.
Gambar
4.5. Mobil Dibelakang Garis Start Jarak 150 meter
(Dokumentasi)
Saat mobil melaju
menuju garis finis dengan jarak 150 meter, pengemudi menginjak pedal rem tepat
digaris finis. Kemudian ambil data jarak pengereman mobil diambil dari bagian
bodi paling depan sampai garis finis. Seperti pada Gambar 4.6.
Gambar
4.6. Pengambilan Data Jarak pengeraman 150 Meter
(Dokumentasi)
4.1.4
Hasil
Pengujian Pengereman 150 Meter
Dari hasil analisa sistem rem mobil urban
bala manter telah menghasilkan jarak pengereman 150 meter dilakukan 3x percobaan.
Seperti pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2. Hasil
Jarak Pengereman 150 Meter
|
Percobaan
|
Jarak Pengereman Setelah Melewati Garis Finish
|
|
1
|
3 Meter
|
|
2
|
2 meter
|
|
3
|
30 cm
|
4.2
Pembahasan
Dari hasil pengujian
dengan jarak 100 meter dan 150 meter dengan masing-masing percobaan diulang 3x.
Untuk jarak 100 meter dihasilkan jarak pengereman 5 meter, 3.8 meter dan 5 cm.
Sedangkan untuk jarak 150 meter dihasilkan jarak pengereman 3 meter, 2 meter
dan 30 cm.
Berdasarkan dengan
hasil tersebut maka perbandingan antara 100 meter dengan 150 meter, kekuatan
pengereman lebih bagus dijarak 100 meter dibandingkan dengan jarak 150 meter,
karena semakin jauh jarak tempuh kendaraan dan tingginya kecepatan akan
menambah beban pengereman.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Setelah dilakukan pengujian atau pengambilan data pada
jarak tempuh 100 meter dan 150 meter. Dihasilkan jarak pemberhentian setelah
dilakukan pengereman dari jarak 100 meter untuk persiapan pengereman yaitu 5
meter, 3.8 meter dan 5 cm meter kemudian untuk jarak 150 meter dihasilkan jarak
persiapan pengereman yaitu 3 meter, 2 meter dan 30 cm. Maka dari percobaan dari
jarak tersebut dengan rata-rata pemberhentian 2.3 meter, jadi beban mobil urban
bala manter masih ringan disisi pengereman.
5.2 Saran
1.
Perhatikan kondisi rem keseluruhan agar tetap
normal. Seperti komponen-komponen utama pada rem, kampas rem, master rem,
pipa-pipa oli minyak rem, piston kaliper.
2.
Jarak pemberhentian agar bisa diketahui
pemberhentian kendaraan setelah dilakukan pengereman.
3.
Gunakanlah minyak rem yang berkualitas untuk
mendapatkan daya cakram yang baik.
4.
Dibagian kaliper, cek secara rutin apakah piston
masih berkerja saat ada tekanan oli dan perhatikan saluran rem bila terdapat kebocoran
maka segeralah lakukan perbaikan.
DAFTAR PUSTAKA
Habibi,
M. 2010. Perancangan Alat Uji Rem dan
Detail Drawing Komponen Rem Mobil Miltiguna Pedesaan. Fakultas Teknologi
Industri. Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Surabaya.
Mostofa,
2011. Analisis Sistem Pengereman Pada
Mobil Mitsubishi L300 Jenis Pick Up. Fakultas Teknik Mesin. Universitas
Tadalako. Palu.
Setyo,
A. 2015. Modifikasi Rem Terintegrasi
Depan Dan Belakang Dengan Mekanisme ABS Pneumatik Untuk Meningkatkan Kinerja
Pengereman Yang Optimal Pada Sepeda Motor. Teknik Mesin. Akademi Teknologi
warga Surakarta. Surakarta.
Siahaan,
H. 2008. Kinerja Rem Tromol Terhadap
Kinerja Rem Cakram Kendaraan Roda Dua Pada Pengujian Stasioner. Fakultas
Teknik Mesin. Universitas Kristen Petra. Surabaya.
Yanuar
dan Setyadarma, D. 2015. Analisis Gaya
Pada Rem Cakra (Disk Brake) Untuk Kendaran Roda Dua. Fakultas Teknik Mesin.
Universitas Gunadarma.
Yamaha
Motor Indonesia 2006 N-step 1 Panduan
Traning.
Yamaha
Motor Indonesia 2006 N-step 2 Panduan
Traning.
LAMPIRAN
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Amin Nur Akhmadi,
ST.MT
NIDN : -
Jabatan
Struktural : Dosen Mata Kuliah
Dengan ini menyatakan bersedia
untuk menjadi pembimbing I pada Tugas Akhir mahasiswa berikut :
Nama : Ikhwan Syarifudin
NIM : 13020041
Program Studi : DIII Teknik Mesin
Judul Tugas Akhir : ANALISA
SISTEM REM CAKRAM MOBIL URBAN BALA MANTER POLITEKNIK TEGAL.
Demikian pernyataan ini dibuat
agar dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
|
|
Tegal, Oktober 2015
|
|
|
|
|
|
|
Mengetahui,
Ka. Prodi DIII Teknik Mesin
Drs. Agus
Suprihadi
NIPY. 07.010.054
|
Calon Dosen Pembimbing
Amin Nur Akhmadi, ST.MT
NIDN. 0622048302
|
|
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Syaefani Arif
Romadhon, S.S M.Pd
NIDN : 0615068401
Jabatan
Struktural : Dosen Mata Kuliah
Dengan ini menyatakan bersedia
untuk menjadi pembimbing II pada Tugas Akhir mahasiswa berikut :
Nama : Ikhwan Syarifudin
NIM : 13020041
Program Studi : DIII Teknik Mesin
Judul Tugas Akhir : ANALISA SISTEM
REM CAKRAM MOBIL URBAN BALA MANTER POLITEKNIK TEGAL.
Demikian pernyataan ini dibuat
agar dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
|
|
Tegal, Oktober 2015
|
|
|
|
|
|
|
Mengetahui,
Ka. Prodi DIII Teknik Mesin
Drs. Agus
Suprihadi
NIPY.
07.010.054
|
Calon Dosen Pembimbing
Syaefani Arif Romadhon, S.S M.Pd
NIDN.
0615068401
|
|
